Postingan

Klasifikasi Cedera dalam Olahraga

Gambar
  Klasifikasi Cedera dalam Olahraga Cedera merupakan sesuatu yang terjadi akibat ketidak mampuan tubuh mengatasi gaya-gaya yang bekerja pada tubuh. Cedera atau luka juga disebut sebagai kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Cedera Olahraga adalah rasa sakit yang ditimbulkan karena olahraga,sehingga dapat menimbulkan cacat, luka dan rusak pada otot atau sendi serta bagianlain dari tubuh.Pengertian cedera olahraga adalah rasa saikit/gangguan pada sistem otot ataurangka tubuh yang disebabkan oleh kegiatan olahraga, rasa sakit yang ditimbulkankarena olahraga, sehingga dapat menimbulkan cacat, luka dan rusak pada otot atausendi serta bagian lain dari tubuh.Ada beberapa pengertian cedera menurut para ahli sebagai berikut: 1. Menurut Syamsuri E (1984 : 36) Cedera adalah memar atau luka, ataudislokasi dari otot, sendi atau tulang yang disebabkan oleh kecelakaan, benturan (body contac) atau gerakan yang ber...

FAKTOR WARMING UP DAN COOLING DOWN

  FAKTOR WARMING UP DAN COOLING DOWN Perilaku yang tidak sportif menimbulkan respon yang sama atau lebih jelek lagi. dan oleh karena itu juga cedera yang sama seringkali diderita baik oleh pelaku maupun oleh calon korbannya. Sebagai contoh niat untuk menendang kaki lawan dalam permainan sepak bola yang malah menyebabkan kaki kita yang kesakitan karena sudah ada unsur yang tidak baik dalam diri.   a. Pemanasan (Warming Up) Pemanasan sebelum melakukan latihan yang berat dapat membantu mencegah terjadinya cedera. Latihan ringan selama 3-10 menit akan menghangatkan otot sehingga otot lebih lentur dan tahan terhadap cedera. Metode pemanasan yang aktif lebih efektif daripada metode pasif seperti air hangat, bantalan pemanas, ultrasonik atau lampu infra merah. Metode pasif tidak menyebabkan bertambahnya sirkulasi darah secara berarti. Latihan peregangan tampaknya tidak mencegah cedera, tetapi berfungsi memperpanjang otot sehingga otot bisa berkontraksi lebih efektif dan beker...

Fakor Prilaku Olahraga

  Faktor Perilaku Olahraga Robert Y. Kwick (1972) menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dipelajari. Menurut Ensiklopedi Amerika, perilaku diartikan sebagai suatu aksi dan reaksi organisme terhadap lingkungannya, hal ini berarti bahwa perilaku baru akan terwujud bila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan tanggapan yang disebut rangsangan, dengan demikian maka suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan perilaku tertentu pula. Menurut Green , faktor perilaku dibentuk oleh tiga faktor utama yaitu : 1. Faktor predisposisi (predisposing factors), yaitu faktor yang mempermudah atau mempredisposisi terjadinya perilaku seseorang antara lain pengetahuan, sikap, keyakinan, kepercayaan, nilai-nilai dan tradisi. 2. Faktor pemungkin (enabling factors), yaitu faktor yang memungkinkan atau yang memfasilitasi perilaku atau tindakan antara lain umur, status sosial ekonomi, pendidikan, prasarana dan sarana serta sumber ...

Cedera yang disebabkan oleh komponen kebugaran

  Komponen kebugaran jasmani secara garis besar dibagi menjadi 2 yakni: - kesegaran jasmani yang berhubungan dengan keterampilan (meliputi : kecepatan, daya ledak otot, ketangkasan, keseimbangan dan koordinasi). - kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan (meliputi : kekuatan otot, daya tahan otot, kelenturan, daya tahan kardiorespirasi, dan komposisi tubuh). Hal ini dipengaruhi oleh berbagai hal antara lain umur, jenis kelamin, genetik, ras, aktivitas fisik termasuk latihan dan kadar hemoglobin. Menurut Yusnul Hairy (2001: 1.19) kebugaran jasmani tergantung pada dua komponen dasar, yakni: a. Kesegaran Organik (Organic Fitnes) Kesegaran organik yaitu sifat-sifat khusus yang harus dimiliki berdasarkan garis keturunan yang diwarisi oleh kedua orangtuanya atau bahkan generasi sebelumnya dan dipengaruhi oleh umur dan mungkin oleh keadaan sakit atau kecelakaan. Keadaan yang berhubungan dengan kesegaran organik sebenarnya bersifat statis dan sulit atau bahkan tidak mu...

Pelindung dalam olahraga

PENGGUNAAN SARANA PELINDUNG       Sarana dan Prasarana Pelindung Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (pendidikan, usaha, pembangunan, proyek, dll). Untuk lebih memudahkan membedakan keduanya. Sarana lebih ditujukan untuk benda-benda yang bergerak seperti komputer dan mesin-mesin, sedangkan prasarana lebih ditujukan untuk benda-benda yang tidak bergerak seperti gedung. Menurut Ketentuan Umum Permendiknas  ( Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ) No. 24 tahun 2007. Sarana adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah, sedangkan prasarana adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah/madrasah. Sarana pendidikan antara lain gedung, ruang kelas, meja, kursi serta alat-alat media pembelajaran. Sedangkan yang termasuk prasarana antara lain...